Frequently Asked Question
Pertanyaan Sepurtar Program Qurban Yatim Mandiri

1. Bagaimana sistem berqurban di Yatim Mandiri?

Sistem qurban di Yatim Mandiri adalah pequrban membeli hewan qurban yang akan kami sembelih sesuai dengan syariat dan kami bagikan langsung di lokasi penyaluran, adapun penyalurannya tersebar di wilayah binaan program Yatim Mandiri di Indonesia. Setelahnya, pequrban akan dikirimkan notifikasi serta laporan dan dokumentasi implementasi lewat e-mail/whatsapp sebagai bukti qurban telah dilaksanakan.

 

2. Bisakah pequrban membawa pulang hewan qurbannya untuk disembelih di rumah?

Tidak bisa. Qurban sepenuhnya disembelih dan disalurkan langsung di tempat penyaluran. Pequrban menerima bukti qurban dalam bentuk laporan dan dokumentasi qurban, bukan berupa hewan qurban yang masih dalam keadaan hidup.

 

3. Bagaimana cara pembelian hewan di Yatim Mandiri?

Yatim Mandiri memfasilitasi beberapa metode pembelian hewan qurban:

(1) Melalui website https://qurban.yatimmandiri.org

(2) Melalui transfer langsung ke rekening atas nama (Yayasan) Yatim Mandiri. Konfirmasi melalui WA 08111343577 wajib dilakukan setelahnya dengan melampirkan bukti transfer dan data diri pequrban untuk kebutuhan pengiriman laporan.

(3) Melalui e-commerce yang bermitra secara resmi dengan Yatim Mandiri.

(4) Melalui booth Yatim Mandiri di berbagai ritel supermarket. Konsultan Yatim Mandiri akan melayani Anda dalam transaksi qurban.

(5) Melalui agen-agen Yatim Mandiri

 

4. Ke mana qurban akan disalurkan?

Tahun 2021 ini, wilayah distribusi qurban ditentukan di wilayah binaan Yatim Mandiri dan dipastikan menjangkau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan.

 

5. Berapa harga hewan qurban di Yatim Mandiri?

Ada beberapa tipe hewan qurban di Yatim Mandiri:
Sapi 1/7 Kolektif 230-250 KG Rp2.700.000 – Sapi 1 Ekor (230-250 KG) Rp18.900.000 – Kambing/Domba (26-30 KG) Rp2.350.000 – Domba Palestina (40-45 KG) Rp5.000.000 – Sapi Palestina (400-450 KG) Rp33.000.000

6. Bagaimana kondisi hewan qurban, apakah telah sesuai syariat?

Hewan qurban yang disembelih dipastikan layak konsumsi dan memenuhi syariat Islam, yaitu telah cukup umur, sehat dan gemuk, tidak cacat, dan didapatkan secara sah baik melalui mitra peternak yang sudah diverifikasi tim Yatim Mandiri.

 

7. Apakah prosesi penyembelihan dilakukan sesuai syariat?

Tim penyembelihan qurban di Yatim Mandiri merupakan orang-orang yang telah mafhum mengenai tata cara penyembelihan qurban sesuai syariat Islam, seperti menyembelih dengan pisau yang dipastikan tajam, menempatkan hewan sedemikian rupa sesuai posisi yang disyariatkan, membaca basmalah dan takbir, serta melakukan penyembelihan pada waktu yang telah ditetapkan yaitu 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

 

8. Bagaimana caranya pequrban mengetahui bahwa hewan qurban telah didistribusikan?

Notifikasi insya Allah akan diterima oleh pequrban segera setelah qurban ditunaikan, sehingga memudahkan pequrban yang hendak melakukan pemotongan kuku atau rambut. Laporan berbentuk dokumen yang dilengkapi foto-foto qurban juga akan diterima pequrban selambat-lambatnya 30 hari setelah hari tasyrik ketiga dalam bentuk softcopy ke e-mail pequrban.

9. Apakah sah qurban yang wilayah distribusinya kurang tepat sasaran?

Qurban tidak spesifik dikhususkan hanya untuk kaum fakir miskin saja, tetapi untuk muslim seluruhnya. Namun jika qurban dirasa berlebih, selayaknya disebar ke wilayah lain yang tidak pernah merasakan keberkahan daging qurban.

 

10. Apakah bisa melakukan cicilan qurban di Yatim Mandiri?

Insya Allah bisa, dengan besaran cicilan per bulan yang ditentukan oleh Yatim Mandiri, dan harus sudah lunas sebelum Hari Raya Idul Adha. Jika tidak, qurban akan disembelih pada tahun berikutnya setelah pelunasan.

11. Apakah pequrban bisa memilih lokasi distribusi atau penyaluran qurbannya?

Pequrban tidak bisa memilih lokasi penyaluran qurbannya sendiri secara spesifik.

 

12. Apakah pequrban bisa mendatangi lokasi penyembelihan qurbannya?

Saat ini, Yatim Mandiri belum bisa memfasilitasi hal tersebut karena luasnya wilayah distribusi qurban yang kami jangkau.

 

13. Bolehkah berqurban jika belum aqiqah?

Qurban tetap sah meskipun belum melakukan aqiqah. Qurban adalah ibadah sunnah yang istimewa karena hanya bisa dilakukan 4 hari dalam satu tahun (10, 11, 12, 13 Dzulhijjah), sedangkan aqiqah adalah ibadah sunnah yang dapat dilakukan kapanpun (tidak harus di bulan Dzulhijjah). Aqiqah pun merupakan tanggung jawab dari orang tua, meskipun anak juga diperbolehkan mengaqiqah diri sendiri untuk meringankan tanggung jawab orang tua.

 

14. Bolehkah berqurban atas nama orang tua yang sudah meninggal?

Boleh. Harap dibedakan antara amal dan pahala. Qurban adalah amal individual, jadi kita niatkan qurban adalah atas nama orang tua yang sudah meninggal, dan pahalanya bisa kita niatkan untuk kita sekeluarga.

 

15. Bolehkah menjual bagian hewan qurban yang telah didapatkan?

Bagian hewan qurban yang telah kita dapatkan tidak boleh dijual, namun boleh diberikan kepada orang lain sebagai hadiah.

 

16. Bagaimana hukum menyedekahkan hewan qurban?

Apabila seseorang membeli hewan qurban, kemudian hewan tersebut disedekahkan kepada orang lain sehingga disembelih menggunakan atas nama orang tersebut, hal tersebut diperbolehkan.

 

17. Apakah bisa berqurban misalnya 1 kambing atas nama keluarga besar bukan untuk 1 orang saja? Amalan qurban satu kambing hanya untuk satu orang saja. Pahalanya dapat diniatkan untuk sekeluarga. Untuk pertanyaan lain diluar QnA di atas bisa ditanyakan melalui Whatapp center Yatim Mandiri di nomor 08111343577